Kamis, 16 Desember 2010

Investasi Domba Garut


Domba Garut adalah domba yang sangat terkenal di Indonesia. Domba ini terkenal karena produktivitas yang tinggi baik dari segi pertambahan berat badan dan reproduksinya lebih baik. selain itu kualitas dagingnya juga unggulan.

Menurut para pakar domba seperti Prof. Didi Atmadilaga dan Prof. Asikin Natasasmita, bahwa Domba Garut merupakan hasil persilangan antara domba lokal, Domba Ekor Gemuk dan Domba Merino yang dibentuk kira-kira pada pertengahan abad ke 19 (±1854) yang dirintis oleh Adipati Limbangan Garut. Sekitar 70 tahun kemudian yaitu tahun 1926 Domba Garut telah menunjukan suatu keseragaman. Bentuk tubuh Domba Garut hampir sama dengan domba lokal dan bentuk tanduk yang besar melingkar diturunkan dari Domba Merino, tetapi Domba Merino tidak memiliki “insting” beradu.

Berat badan domba dapat mencapai 40 sampai 80 kg. Menurut beberapa ahli, bahwa Domba Garut memiliki keistimewaan sebagai penghasil daging yang sangat baik. Jenis Domba Garut tergolong jenis domba terbaik, bahkan dalam perdagangannya dan paling cocok serta menarik perhatian banyak masyarakat, mudah dipelihara oleh petani kecil dan lebih cepat menghasilkan. (sumber: www.disnak.jabarprov.go.id)

Berdasarkan fakta keunggulan Domba Garut ini, Pasar Komunitas bersama Gapoknak Kasaba membuka mekanisme gaduh-domba atau investasi Domba Garut. Mekanisme investasi hampir sama dengan investasi yang lain di Pasar Komunitas. Namun perbedaannya pada modal awal dan keuntungan yang diperoleh.

Domba dipelihara dalam kandang kelompok untuk memudahkan banyak hal seperti memudahkan pengawasan kesehatan, pengolahan kotoran, informasi dan komunikasi lebih intensif antar peternak, dan masih banyak kelebihan lainnya. Pengembangan Domba Garut oleh Gapoknak Kasaba ini dilakukan di 9 kecamatan dengan jumlah kelompok ternak yang terlibat adalah 10 kelompok. Masing-masing kelompok terdapat domba antara 50 - 80 ekor, dengan jumlah peternak di masing-masing kelompok berkisar 5 - 10 orang.

Rata-rata Domba Garut Melahirkan dua ekor anak. Namun tidak menutup kemungkinan jika melahirkan satu ekor saja, atau melahirkan tiga sampai empat ekor anak. Pada umumnya, domba yang melahirkan lebih sedikit anak memiliki kualitas pertumbuhan anak yang lebih baik sehingga harga jualnya pun tinggi. Jadi induk domba yang melahirkan satu atau dua ekor anak akan menghasilkan perkembangan anak yang lebih baik dibanding dengan perkembangan anak yang melahirkan tiga atau empat ekor.

Seperti halnya investasi pada jenis domba biasa, bagi hasil untuk domba garut adalah 50% : 50%. Jadi jika melahirkan dua ekor anak maka akan dibagi dua sama adil antara peternak dan pemodal. Anak domba dijual setelah lepas sapih yaitu setelah berumur tiga bulan dengan harga jual rata-rata 400 - 500 ribu rupiah. Terlebih jika anak yang dihasilkan berkualitas A (paling baik) harganya bisa mencapai 1 juta rupiah per ekor. Sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan domba biasa yang harganya setengah dari harga rata-rata tersebut dengan umur yang sama.

Domba garut rata-rata mampu melahirkan tiga kali selama dua tahun. Sedangkan produktivitasnya bisa mencapai lima sampai 10 kali melahirkan. Harga induk Domba Garut yang siap dikawinkan berkisar antara 800 ribu sampai 1 juta dengan umur 8 - 12 bulan. Namun kita dapat juga membeli domba yang sudah dalam keadaan bunting berumur tiga sampai empat bulan dengan harga 1,2 - 1,5 juta. Pembelian domba yang sudah bunting tentu lebih cepat untuk mendapatkan hasilnya.

Investasi domba adalah deposito untuk masa depan kita. Yang diutamakan dalam investasi ini adalah pelipatgandaan jumlah ternak yang kita miliki. Satu domba yang kita investasikan sekarang akan menjadi 4 domba pada dua tahun kemudian. Selain itu, hal ini sangat berarti bagi kehidupan petani atau peternak di desa. Mari membangun desa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar